Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 SMP Salafiyah Kota Pekalongan menunjukkan capaian yang membanggakan. Berdasarkan Daftar Kolektif Hasil (DKH TKA) resmi internal satuan pendidikan, kemampuan literasi dan numerasi murid memperlihatkan tren yang positif sekaligus menjadi indikator meningkatnya kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Salafiyah Kota Pekalongan, Hj. Qurrotul Aini menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh murid, guru, serta dukungan orang tua yang selama ini turut mengawal proses pendidikan di sekolah.
“Alhamdulillah, capaian TKA tahun ini menunjukkan perkembangan yang baik. Ini menjadi hasil kerja bersama seluruh keluarga besar SMP Salafiyah Kota Pekalongan, mulai dari murid, guru, hingga wali murid yang terus mendukung proses belajar anak-anak,” tuturnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi kolektif melalui TKA menjadi bagian penting dalam memetakan kemampuan akademik murid secara lebih terukur, terutama pada aspek literasi Bahasa Indonesia dan numerasi Matematika. Dari total 228 peserta yang mengikuti ujian, hasil yang diperoleh menunjukkan potensi akademik murid yang kompetitif dan terus berkembang.
Pada bidang numerasi atau Matematika, murid atas nama Hafiz Aris Atmaka berhasil meraih nilai tertinggi di lingkungan sekolah dengan skor murni 80,00 dan masuk kategori “Baik”. Prestasi tersebut disusul Muhamad Abal Ma’aly dan Nerisa Nibros Rachman dengan nilai 73,33. Sementara Muhammad Rafa Maulana dan Zahrotun Najihah turut menunjukkan performa membanggakan dengan capaian nilai 70,00.
Secara keseluruhan, capaian numerasi didominasi kategori “Memadai” sebesar 67,50 persen atau sebanyak 154 siswa. Kemudian kategori “Baik” mencapai 11 persen atau 25 siswa, sedangkan 21,50 persen lainnya masih berada pada kategori “Kurang”.
Meski demikian, Aini menilai hasil tersebut menjadi indikator positif bahwa kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah murid mulai terbentuk dengan baik melalui pola pembelajaran yang lebih terarah.
“Sementara itu, capaian pada bidang literasi Bahasa Indonesia menunjukkan hasil yang lebih impresif. Tiga murid, yakni Aqila Azifatillah, Muhamad Abal Ma’aly, dan Syarikha Khusna Wijayaputri berhasil meraih skor tertinggi sebesar 96,67 dan masuk dalam kategori “Baik-Istimewa”,”bebernya.
Selain itu, sejumlah murid lain juga menunjukkan performa akademik yang sangat baik, di antaranya Alviana Putri Erza, Minati Syatwa Putri, Nafi’ul Qonita, Rayyi Bagus Rizqi, serta Wildan Muhammad Alma Karim dengan nilai 93,33. Disusul Alisa Dea Pramadisty, Irsyad Anugerah, M. Syafi’ul Alam, Nayla Amiratul Syakira, dan Yasyfin Wafi Ahmad yang memperoleh nilai 90,00.
Jika ditinjau dari persentase keseluruhan, kemampuan literasi Bahasa Indonesia di SMP Salafiyah Kota Pekalongan menunjukkan hasil yang sangat positif. Sebanyak 3 siswa masuk kategori “Baik-Istimewa”, 42,99 persen atau 95 siswa masuk kategori “Baik”, dan 50 persen atau 114 siswa berada pada kategori “Memadai”.
” Sementara itu, hanya 7,01 persen atau 16 siswa yang masih berada di kategori “Kurang”,”katanya.
Aini menekankan capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi sekolah dalam menerapkan program pembelajaran yang adaptif dan terstruktur. Menurutnya, berbagai strategi penguatan akademik terus dilakukan, mulai dari bimbingan belajar intensif, asesmen diagnostik berkala, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif di dalam kelas.
“Guru-guru kami terus berupaya memetakan kebutuhan belajar murid secara lebih detail. Dari hasil asesmen itu, kami dapat menentukan metode pendampingan yang sesuai sehingga perkembangan anak bisa lebih optimal,” jelasnya.
Pihak sekolah juga memandang hasil TKA bukan sekadar angka capaian, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat layanan pendidikan ke depan. Adanya sebagian kecil murid yang masih berada pada kategori “Kurang”, khususnya di bidang numerasi, akan menjadi perhatian serius sekolah melalui program pendampingan dan remedi yang lebih personal pada semester berikutnya.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang humanis dan berkelanjutan menjadi kunci untuk membantu seluruh murid berkembang sesuai potensinya masing-masing. Dengan strategi intervensi yang tepat, sekolah optimistis kesenjangan capaian akademik antarmurid dapat terus diperkecil.
Ia berharap, prestasi yang diraih para murid ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menjaga budaya belajar yang positif dan semangat berprestasi.
” Capaian tersebut sekaligus menjadi komitmen kami dari SMP Salafiyah Kota Pekalongan dalam mencetak generasi yang unggul, tidak hanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,”tukasnya.







