Memar Tanpa Sebab hingga Anak Murung, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Perhatian terhadap tumbuh kembang anak usia dini menjadi hal yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola pengasuhan saat ini. Orang tua maupun guru diminta lebih peka dalam mengenali tanda-tanda gangguan perkembangan serta indikasi kekerasan yang bisa terjadi pada anak sejak usia dini.

Tim profesi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan sekaligus owner Biro Psikolog Tekan Bertumbuh, Imatul Fatina Fitrianingrum, mengatakan bahwa salah satu masalah perkembangan yang kini banyak ditemukan adalah keterlambatan bicara atau speech delay pada anak. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh tingginya paparan gadget pada anak usia dini.

Berita Lainnya

Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial dan komunikasi langsung antara anak dengan lingkungan sekitar, sehingga berdampak pada perkembangan bahasa anak.

Selain speech delay, orang tua juga perlu memperhatikan gejala lain seperti hiperaktivitas dan sulit berkonsentrasi pada anak usia dini. Tanda-tanda tersebut tidak boleh dianggap sepele karena bisa memengaruhi proses belajar dan perkembangan sosial anak di kemudian hari.

“Yang harus diperhatikan yaitu beberapa tanda yang perlu dikenali dan diwaspadai pada anak. Misalnya gangguan perkembangan, sekarang tingginya angka speech delay pada anak karena paparan gadget, kemudian hiperaktivitas dan sulit konsentrasi pada anak usia dini,” ujarnya.

Tidak hanya gangguan perkembangan, Imatul juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tanda-tanda kekerasan pada anak yang sering kali tidak disadari oleh lingkungan sekitar.

Ia menjelaskan bahwa memar yang tidak jelas penyebabnya dapat menjadi salah satu tanda yang perlu dicermati. Selain itu, perubahan perilaku anak seperti menjadi terlalu pendiam, murung, hingga tantrum berlebihan juga bisa menjadi sinyal adanya masalah yang dialami anak.

“Tanda kekerasan yang mungkin tidak diperhatikan seperti memar yang tidak jelas penyebabnya apa, ataupun anak yang terlalu pendiam, murung, dan tantrum berlebihan bisa jadi tanda yang perlu diwaspadai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kedekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif maupun potensi kekerasan.

Menurutnya, kepedulian orang tua terhadap kondisi anak merupakan fondasi penting dalam menciptakan rasa aman bagi anak. Selain itu, pola asuh yang selaras antara keluarga dan sekolah juga diperlukan agar anak mendapatkan pendampingan yang konsisten.

“Kedekatan dengan orang tua karena orang tua yang peduli pada anak jadi fondasi penting membentengi anak dari pengaruh-pengaruh negatif,” katanya.

Ia menekankan pentingnya stimulasi yang tepat sesuai usia anak agar proses perkembangan dapat berjalan optimal. Apabila orang tua atau guru mulai menemukan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, maka langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti dokter atau psikolog.

Dengan deteksi dan penanganan yang dilakukan lebih awal, gangguan perkembangan maupun dampak kekerasan pada anak diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, aman, dan optimal.

Pos terkait