Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (K3TK) Kota Pekalongan menggelar seminar bertema “Menjaga Kewarasan di Tengah Tumpukan Tugas”, berlangsung di ruang Jlamprang Kantor Sekretariat Daerah, Selasa (5/8/2025). Seminar dibuka oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya didampingi Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan, Sherly Imanda Hidayah. Kegiatan ini difokuskan pada isu kesehatan mental para kepala sekolah dan operator TK yang sering menghadapi tuntunan pekerjaan yang tinggi.
Inggit menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan sehat secara mental, baik bagi anak, guru, maupun seluruh pihak yang terlibat di dunia pendidikan usia dini. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat ketahanan mental para pendidik dan operator agar bisa memberikan layanan terbaik untuk anak-anak kita di Kota Pekalongan,” tuturnya.
Menurutnya peran operator sekolah dalam sistem pendidikan sangat penting, meskipun bekerja di balik layar, hasil kerjanya menentukan arah kebijakan pendidikan di kota ini. “Data yang mereka kelola adalah acuan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental operator sangat penting agar mereka bisa bekerja optimal dan tetap bahagia,” sambungnya.
Ketua K3TK Kota Pekalongan, Sutini, menyebutkan bahwa seminar ini diikuti oleh kepala dan operator dari 90 lembaga PAUD yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan dukungan psikologis kepada tenaga kependidikan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan administratif dan teknis. “Kami sadar, beban kerja di era digital ini makin kompleks. Kepala sekolah dituntut kreatif, operator dituntut akurat. Tanpa kondisi mental yang sehat, semua itu sulit dicapai. Karena itulah kami angkat tema ini,” ujarnya.
Ia mengajak para kepala TK untuk lebih memperhatikan kesejahteraan operator sekolah sebagai mitra kerja yang sangat penting. “Kepala TK harus memberi dukungan bukan hanya soal arahan kerja, tapi juga pemahaman, motivasi, dan apresiasi. Tanpa operator, roda administrasi sekolah tidak akan berjalan dengan baik,” tandasnya.
Seminar ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan PAUD tak hanya bergantung pada kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi juga pada keseimbangan fisik dan mental para pelaksananya.(*)







